Jumat, 15 April 2011

untuk ayah :)

Untuk AYAH..
Tulisan ini sudah lama ingin saya tulis.. Coretan iseng seorang anak polisi, semoga bisa bermanfaat..

Bismillah..
20 tahun sudah saya menjadi seorang anak polisi. Hey, bukan perkara yang mudah kawan, sungguh.. Dengan menjadi anak seorang polisi saya belajar menulikan telinga dan mencoba membutakan mata dari pandangan miring seputar polisi. Well, saya menyadari betul kebobrokan di instansi tempat ayah saya mengabdi, tapi anak mana yang sanggup mendengar segala keburukan profesi ayahnya, sedang ia tahu kalau ayahnya tidak melakukan itu semua. Sebenarnya mungkin mudah saja menulikan telinga, toh ayah saya tidak melakukan itu semua, tapi sungguh amat sangat sulit menulikan telinga ini, ditambah lagi saya orang yang amat sangat sensitif. Maka ketika ada segelitir orang yang menyinggung kesalahan ‘oknum’ polisi, saya langsung teringat ayah.. Yaa Rabb, Engkau maha tahu TIDAK SEMUA POLISI seburuk itu.
Kadang saya harus menahan air mata, mendengar itu semua. Malu juga nangis di depan orang-orang, tapi siapa yang bisa membohongi hatinya? Saya rasa tidak ada. Begitupun dengan saya, saya tidak bisa memungkiri kalau saya teramat sangat sedih mendengar segala tuduhan itu.
Kebobrokan instansi kepolisian memang mangkhawatirkan. Mulai dari petinggi hingga polisi-polisi kelas teri a.k.a bawahan. Korupsi, pungli, dan segala macamnyalah. Tapi percayalah kawan masih banyak polisi-polisi yang dengan tulus ikhlas mengabdikan dirinya untuk bangsa ini. Masih banyak polisi-polisi yang menjaga keberkahan rezekinya. Masih banyak polisi-polisi yang tunduk dan taat pada aturan Robb, dan aturan negara. Jadi, jangan men-generalisasi-kan sesuatu yang tidak kau tahu pasti kebenarannya ^^
Pengorbanaan seorang polisi itu tak mudah loh kawan. Sedikit bercerita, entah sudah berapa tahun saya tidak melewati malam takbiran bersama ayah. Setiap malam takbiran ayah sudah tentu berjaga di jalan, meski ayah bukan polisi bagian lalu lintas, tetep aj kena aturan untuk jaga di jalan. Tapi, saya harus tetap bersyukur masih bisa sholat ‘ied bersama ayah, meski keesokan harinya ayah harus kembali ke jalan. Coba deh bayangkan, kalau ga ada polisi yang mengatur lalu lintas, bisa dipastikan jalanan akan amat sangat semrawut dan masyarakat mungkin tidak akan merasa nyaman ketika mudik. Bersyukurlah ada polisi 
Belum lagi ketika hari-hari di bulan romadhon, polisi sudah mulai berjaga dijalan kurang lebih seminggu sebelum idul fitri. Bukan perkara yang mudah ketika puasa harus berada di tengah terik matahari dan mengatur lalu lintas. Tapi itulah yang dilakukannya, tetap berjaga di tengah matahari yang tidak bersahabat, dan harus tetap berjuang menjaga puasanya. Dan Alhamdulillah, ayah selalu full dalam berpuasa, dan saya yakin banyak juga polisi yang tetap mempertahankan puasanya di tengah-tengah tugasnya menjaga jalanan.
Hal lainnya, polisi harus siap siaga 24 jam meski bukan berarti tidak tidur ya. Sering sekali ketika menjelang subuh ayah sudah tidak ada di rumah. Bisa dipastikan ada suatu hal yang terjadi dan harus diamankan. Entah tawuran, entah menggrebek tempat-tempat maksiat atau sekedar patroli.
Gaji polisi juga tidak besar loh. Dulu ayah pernah menyambi sebagai kenek angkot dan mamah berjualan gorengan, tahu kenapa? Itu karena gaji yang ayah miliki tidak besar, sedangkan dapur harus tetap mengebul bukan? Tapi, Alhamdulillah Allah menakdirkan ayah sekolah kepolisian dan bisa naik pangkat hingga naik juga gajinya, sehingga ayah bisa mencukupi segala kebutuhan kami.
Selama 20 tahun menjadi anak polisi kurang lebih baru 5 tahun saya tinggal di rumah sendiri. Sisanya? Ya di asrama polisi. Gaji polisi yang tak besar, menyebabkan kami lama tinggal di asrama karena harus menyicil rumah untuk dimiliki sendiri.
Well, itulah resiko menjadi polisi. Setiap profesi pasti memiliki resiko masing-masing. Setiap profesi pasti memiliki konsekwensi. Maka, janganlah memandang sebelah mata terhadap profesi manapun. Karna sungguh, dibalik setiap profesi pasti mengandung pengorbanan yang tak mudah. 

1 komentar:

  1. weis, ,nice story, alhamdulillah semoga kapolrinya juga sama atau lebih baik dari ayah utet yah, ,:)

    BalasHapus