Ikhlas
Bicara soal ikhlas memang selalu menarik. Buktinya, kata ikhlas seringkali kita dengar dan tak asing lagi di telinga kita. Misalnya ketika kita mehilangan sesuatu, pasti nasihat dari teman kita, “udah, ikhlasin aja”. Kata ikhlas rasanya sangat familiar dengan telinga kita.
Meski sering kita dengar, sebenarnya apa makna dari sebuah ikhlas?
Ikhlas bukan hanya sekedar kata pemanis bibir. Ikhlas jauh dari hanya sekedar ucapan basa-basi. Bukan, bukan itu. Ikhlas hanya ada dalam hatimu. ikhlas terpatri dalam diri, meresap hingga kedalam sanubari.
Ikhlas..
Imam Asyahid Hasan Al-Banna menempatkan ikhlas pada urutan ke dua dalam arkanul bai’ah, tepat sebelum al-‘amal. Hal ini memandakan bahwa sebelum melakukan amal apapun kita harus memiliki ikhlas. Sebegitu pentingnya sebuah keikhlasan dalam malakukan amal, sampai ada ungkapan bahwa ikhlas adalah ruhnya amal. Tanpa ikhlas amalan kita tidak berarti apa-apa. Mati, seperti halnya raga tanpa nyawa. Astagfirullah..
Ikhlas memang sulit. Ketika niat sudah ikhlas, kadangkala ada saja ujian yang menggoyahkan keikhlasan tersebut. Ujian keikhlasan. Susah bukan berarti tidak mungkin untuk dilakukan. Maka mari kuatkan azam untuk senantiasanya mengikhlaskan diri pada segala ketentuan-Nya.
Ah, tapi apakah benar diri ini telah ikhlas menerima setiap ketentuan-Nya? Benarkan diri ini telah ikhlas berada dalam aturanNya? Benarkah diri ini telah ikhlas berada dalam jalan ini, jalan dakwah yang indah ini? Astagfirullah, tanya hatimu ukht..
_refleksi hari ini..

Tidak ada komentar:
Posting Komentar