Selasa, 01 Februari 2011

Resume Buku Membina Angkatan Mujahid


Pembinaan Generasi*
Adalah Hasan Al-Banna seorang pemikir pembaharu yang merumuskan teori gerakan islam kontemporer. Pemikirannya yang cerdas telah berhasil meletakkan dasar teori gerakan islam. Fikroh beliau adalah fikroh yang syamil. Kecerdasannya dalam berfikir tersebut beliau “tularkan” pada murid-muridnya. Beliau dengan izin Allah telah berhasil meng-combine antara hukum syari’at dengan kondisi masa kini.
 Beliau yang lahir di Mesir memulai kiprah dakwahnya dari kedai-kedai kopi. Sesuatu yang bagi kita (rasanya) agak ganjil, dimana biasanya dakwah dimulai di masjid-masjid sebagai pusat majlis ilmu.
Sebagai seorang muslim, kita sudah semestinya memiliki jama’ah dan imam, sebagaimana dikatakan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim, hendaklah kamu komitmen bersama jamaah kaum muslimin dan Imamnya. Dengan membaca hadist tersebut maka jelaslah bahwa setiap kita hendaklah memberikan kesetiaan pada jamaah dan sang Imam. Jamaah itu sendiri memiliki kriteria-kriteria tertentu, diantaranya adalah memiliki pemimpin yang lurus, yang lahir dari shof yang lurus pula, dan yang dibidani oleh sistem syura yang islami. Jama’ah muslimin hanya jamaah yang memiliki ciri-ciri keislaman sejati dengan bersumber pada al-quran dan assunnah. Jama’ah islam yang sejati adalah jamaah yang aktif dalam menegakkan islam secara total baik itu pada indvidu, keluarga, masyarakat, negara bahkan dunia. Ciri-ciri tersebut telah ada pada IKHWANUL MUSLIMIN (IKHWAN). Maka dengan bersumber pada hadits dan ciri-ciri jama’ah yang benar, sudah semestinya kaum muslimin turut memberikan ketaatan pada jamaah IKHWAN. Dengan tegaknya jamaah IKHWAN maka akan tegak pula hukum islam. Karena hukum islam tidak akan terlaksana kecuali dengan adanya jamaah. Adapun dakwah IKHWAN adalah suatu dakwah yang terdapat banyak hal yang ada di dalamnya, antara lain: risalah yang diwariskan oleh Rosulullah berupa Al-Qur’an dan As-Sunnah, Fiqh dusturi (fiqh negara), fiqh an-naqibah (fiqh perserikatan dagang), qowanin (undang-undang), sistem rumah tangga, dinamika kehidupan umat, menghidupkan sistem nilai islam secara global maupun sektoral.
Adapun prinsip umum dakwah IKHWAN adalah:
1.      IKHWAN memiliki tujuan Islam, sarana Islami, khithohnya islami, sistemnya islami, kaidah-kaidah institusinya islami, undang-undangnya islami.
2.      IKHWAN selalu mementingkan kemashlahatan umat, adapun bila terjadi perbedaan pendapat dari para ulama IKHWAN akan mengkaji terlebih dahulu pendapat mana yang akan memberikan banyak mashlahat.
3.      Memelihara opini umum selama tidak bertentangan dengan islam dan dalam batas-batas yang tidak mengakibatkan ternodainya prinsip islam.
4.      Pegangan Ikhwan adalah, suatu hal yang dibenarkan oleh syari’at dan harus sebanding dengan senjata musuh yang dapat mencapai tujuan.
5.      Prinsip yang menjadi pegangan Ikhwan dalam kaitan politik luar negeri adalah prinsip mashlahah dengan mashlahah juga prinsip adil sama adil.
6.      Ikhwah juga menerapkan tonomi daerah. Dan daerah-daerah tersebut harus tetap tunduk kepada amirul mukminin dan seluruh perangkat pemerintahan pusat dalam perspektif undang-undang yang berlaku.
7.      Dan lain-lain

Sebagai seorang muslim kita juga memiliki beberapa kewajiban sebagai tanggung jawab kita bersama, diantaranya adalah, melakukan pembaruan di masyarakat. Selain itu kita juga memiliki tanggung jawab dalam membina generasi Robbany. Membina generasi disini merupakan suatu proses mengubah ummat sebagai langkah awal dalam mengubah dunia.
Seperti layakanyanya organisasi yang lain, IKHWAN juga memiliki tujuan yang tidak direka-reka. Tujuan IKHWAN sangat komprehensif, diantaranya adalah:
è Tujuan Ikhwan terhadap individu yakni: membentuk seorang muslim sejati yang memiliki 10 sifat muslim, salimul ‘aqidah, shohihul ibadah, mutsaqoful fikri, matiinul khuluqi, qowiyul jismi, qoodirun ‘ala kasbi, mujaahidun lihawahu, munadzomun fii syu’unihi, haritsun ‘ala waqtihi, naafi’un li ghoirihi. Selain itu individu tersebut bukan hanya menyolehkan dirinya sendiri, tetapi juga menyolehkan lingkunggannya, sehingga gelar yang ia punya di sisi Allah bukan hanya seorang hamba yang sholeh, tetapi juga seorang hamba yang mushlih. Sarana untuk membentuk pribadi muslimn adalah; murobbi, manhaj, dan lingkungan yang sehat. Selain itu ia pun harus membiasakan diri dengan melakukan wirid harian, itikaf, berdzikir, QL, serta mengikuti berbagai kegiatan ruhiyah dan ilmiah dll.
è Tujuan Ikhwan terhadap rumah tangga yakni: terciptanya rumah tangga yang islami, dimana suami dan isteri saling bekerja sama agar tercipta bi’ah islam di keluarganya, juga saling bekerja sama dalam mendidik anak agar anak dapat menjadi sholeh-sholehah dan menjadi pejuang-pejuang Allah. Untuk mencapai tujuan ini diperlukan sarana; setiap individu baik suami atau istri mempunya perhatian yang besar pada persoalan rumah tangganya,
è Tujuan Ikhwan terhadap masyarakat: terciptanya masayarakat muslim yang selalu berserah diri kepada Allah, merespon seruan kebaikan, memerangi kemungkara. Pada intinya tercipta masyarakat islami yang segala tingkah polahnya bersumber dari islam. Sarananya adalah dengan tiga tahap, ta’rif, takwin, dan tanfidz.
è Tujuan Ikhwan terhadap pemerintahan: terciptanya pemerintahan islami yang para anggotanya orang-orang muslim, melaksanakan kewajiban, tidak bermaksiat secara terang-terangan, melaksanakan hukum-hukum islam, memiliki rasa kasih sayang terhadap rakyatnya, memiliki tanggung jawab, menahan diri dari harta rakyat dan menghemat penggunaanya. Adapun jika ada orang non muslim itu tidak mengapa, selama ia hanya menduduki jabatan umum.
è Tujuan Ikhwan, daulah islam: daulah yang memimpin negara-negara islam dalam menghimpun ragam kaum muslim, mengembalikan keagungannya, serta mengembalikan wilayah yang telah hilang dan tanah yang telah dirampas. Sarana; dengan menegakkan sebuah negara Islam yang besar, yang memiliki kekuatan pengaruh dalam bidang ekonomi, politik dan teknologi di sebagian wilayah bumi atau di negara yang memiliki negara teritorial luas.
è Tegaknya daulah dan khilafah islam: mengembalikan kejayaan islam merupan Ikhwanpian kita semua, umat muslIkhwan. Untuk mencapainya diperlukan perjuangan dan proses panjang. Hasan Al banna berkata: “megembalikan eksistensi daulah islam kepada umat islam dengan membebaskan negaranya, menghidupkan keagungannya, mendekatkan peradabannya, menghIkhwanpun kalIkhwanatnya hingga semua itu menghantarkan kembalinya khilafah islamiyah yang telah hilang dan persatuan yang dicita-citakan. Sarana; melangkah di atas mukadimah yang benar, yakni tegaknya kaidah-kaidah yang benar, yang dari sanalah Islam di berbagai wilayah bertolak.
è Dunia seluruhnya hanya tunduk kepada Allah SWT: sarana, beraktivitas terus menerus yang sesuai dan layak untuk memastikan bahwa dunia akan menerima dakwah ini.

Semua tujuan-tujuan tersebut saling berkaitan dan merupakan suatu thapan. Terciptanya keluarga muslIkhwan hanya bisa tercipta jika indivdu-indivu didalamnya telah melaksanakan kewajibannya sebagai muslIkhwan.
Sistem yang dIkhwanaksudkan Ikhwan adalah sistem yang dapat memberikan ketenangan bagi semua bangsa kecuali bagi mereka yang dzolim. Mereka yang dzolim harus ditundukkan dengan ketegasan. Suatu sistem yang dapat diterima dengan lapang dada oleh semua orang. Islam merupakan sistem dengan pola yang ideal untuk menciptakan kemajuan bagi umat di setiap tempat.
Tahapan-tahapan pembentukan ummat:
è Ta’rif, merupakan tahap seruan, pengenalan, penyebaran fikroh islam kepada masyarakat melalui sistem kelembagaan. Bentuknya tahap propaganda, tahap pengenalan (ta’rif), pemberian kabar gembira serta pemberian informasi. Hal tersebut dilakukan dengan halaqoh, ta’lim.
è Takwin, adalah tahap menyeleksi pendukung, mempersiapkan pasukan, dan memobilisasi shaf dari kalangan mad’u. Sistem dakwah pada tahap ini bersifat tasawuf murni dalam segi rohani dan bersifat militer dalam segi opreasional. Bentuknya, mencetak pendukung, mempersiapkan pasukan, dan mobilisasi barisan di antara mereka.
è Tanfidz, dakwah di tahap ini adalah jihad yang tiada ragu dan perjuangan yang terus menerus untuk meraih cita-cita. Kesabaran dan cobaan tidak mungkin ditanggung kecuali oleh mereka yang jujur dan taat. Bentuknya adalah, aksi dan produksi.
10 prinsip bai’at yang dikemukakan oleh Imam Hasan Al Banna:
  1. AL-FAHMU, atau pemahaman, pemahaman disini mencakup pemahaman bahwa fikroh Ikhwan adalah fikroh yang bersih dan berlandaskan islam. Berbicara tentang al- fahmu terdapat 20 prinsip yang berbicara tentang islam yang komprehensif, al qur’an dan sunnah sebagai sumber dalam berhukum, dll
  2. IKHLAS, sebuah amalan yang tidak dbangun atas dasar ikhlas adalah amalan yang mati yang tertolak dan tidak diberkahi. Agar senantiasa ikhlas, maka kita harus senantiasa memperbaharui niat.
  3. AMAL, amal merupakan buah dari ilmu dan keikhlasan. Ia lahir dengan sempurna ketika seseorang telah memiliki ilmu tentang amal yang akan ia kerjakan. Selain itu amalan akan bernilai di sisi Allah ketika ia dilandasi oleh keikhlasan. Amalan yang harus dilakukan oleh seorang akh adalah, membentuk pribadi muslim, membentuk keluarga muslim, melakukan pembimbingan masyarakat, melakukan pembebasan tanah air, memperbaiki keadaan pemerintah sehingga menjadi pemerintahan islam yang baik, usaha mempersiapkan aset negeri di dunia ini untuk kemashlahatan islam, serta penegakan kepemimpinan dunia dengan penyebaran dakwah islam di seluruh negeri.
  4. JIHAD, Jihad adalah suatu kewajiban yang masa bentangnya tidak akan henti sampai hari kiamat. Nabi SAW bersabda, “barang siapa yang mati, sedangkan ia tidak berjuang atau minimal punya niat untuk berjuang, maka ia mati dalam keadaan jahiliah”. Macam-macam jihad; jihad ingkar hati, jihad lisan, jihad tulisan (jihad pena), jihad berkata benar dihadapan penguasa tirani, jihad perang (qital).
  5. TADHIYAH (Pengorbanan), pengorbanan disini adalah pengorbanan jiwa, harta, waktu, kehidupan dan segala sesuatu yang dimiliki oleh seseorang untuk meraih tujuan. Hidup adalah perjuangan, dan membutuhkan pengorbanan. Maka, janganlah engkau mempersempit pengorbanan karena dalam pengorbanan terdapat balasan yang agung dan pahala yang besar.
  6. TAAT, adalah menunaikan perintah dengan serta merta, baik dalam keadaan susah ataupun senang, malas ataupun bersemangat. Taat yang sempurna hanya akan terwujud setelah adanya ilmu dan tsiqoh.
  7. TSABAT (Teguh Pendirian), seorang akh hendaknya berperan sebagai mujahid di jalan dakwah sesulit apapun dan selama apapun itu, sehingga Ia kelak bertemu dengan Allah dalam keadaan yang tetap demikian. Sifat seseorang yang tsabat; konsisten terhadap dakwah, istiqomah, bersikap zuhud baik terhadap materi, pangkat, maupun zuhud terhadap kedudukan.
  8. TAJARRUD (Totalitas), membersihkan pola pikir dari prinsip nilai dan pengaruh individu yang lain, karena ia adalah setinggi-tinggi dan selengkap-lengkap fikroh.
  9. UKHUWAH (Persaudaraan), terikatnya hati dan ruhani dengan ikatan aqidah. Ukhuwah adalah saudara kandung keimanan. Standar minimal ukhuwah adalah kelapangan dada dan maksimalnya adalah itsar.
  10.  TSIQOH (Percaya), rasa puasnya seorang tentara atas komandannya, dalam hal kapasitas kepemimpinannya maupun keikhlasannya, dengan kepuasan mendalam yang menhasilkan perasaan cinta, penghargaan, pengorbanan dan ketaatan

Kewajiban seorang mujahid:
  1. Wirid harian
  2. Membaca AL-qur’an
  3. Mempelajari siroh dan sejarah generasi salaf
  4. Melakukan general chek up
  5. Menjauhi sikap berlebih-lebihan dalam minum kopi, teh dan minuman perangsang.
  6. Memperhatikan kebersihan
  7. Jujur dalam berkata
  8. Menepati janji
  9. Pemberani dan tahan uji
  10. Bersikap tenang dan terkesan serius
  11. Memiliki rasa malu
  12. Bersikap adil dan benar dalam memutuskan suatu hal
  13. Pekerja keras dan terlatih dalam aktivitas sosial
  14. Berhati kasih, dermawan, toleran, pemaaf, lemah lembut
  15. Memperbanyak bacaan dan pandai menulis
  16. Memiliki usaha ekonomi
  17. Jangan terlalu bercita-cita menjadi pegawai negeri, tapi jangan pula menolak jika ada peluang. Jenganlah engkau melepaskannya kecuali bertentangan dengan tugas dakwah.
  18. Cermat dalam tugas
  19. Penuhi hal orang lain dan jangan menunda pekerjaan
  20. Menjauhkan diri dari judi
  21. Menjauhkan diri dari riba
  22. Memelihara kekayaan ummat islam dengan mendorong berkembangnya pabrik dan ekonomi islam
  23. Memiliki kontribusi finansial terhadap dakwah
  24. Menabung
  25. Menghidupkan tradisi islam
  26. Memboikot peradilan yang tidak islami, penerbitan, organisasi dll yang tidak islami dan tidak mendukung fikrohmu secara total.
  27. Selalu merasa diawasi Allah , mengingat  akhirat dan menyiapkannya.
  28. Berusaha menjaga wudhu
  29. Melakukan sholat dengan baik dan tepat waktu dalam melaksanakannya
  30. Berpuasa ramadhan dan berhaji dengan baik
  31. Selalu berniat untuk berjihad dan syahid di jalan Allah
  32. Selalu memperbaharui taubat dan perbanyak istigfar
  33. Selalu meng- up grade kapasitas diri
  34. Jauhi khamr, makanan dan minuman yang memabukkan
  35. Jauhi pergaulan yang dapat merusak diri dan tempat-tempat maksiat
  36. Menjauhi tempat-tempat iseng, jauhi gaya hidup mewah dan bersantai-santai
  37. Tunaikan hak-hak ukhuwah terhadap saudaramu
  38. Hindari hubungan dengan organisasi yang dapat merusak fikroh dan tidak mengandung manfaat bagimu. Namun selama masih ada manfaat maka tidak menjadi masalah selama engkau selalu yakin dengan fikrohmu.
  39. Menyebarkan dakwahmu dimanapun kau berada. Dimana langit dijunjung, di sana dakwah ditegakkan.
  40. Berhubungan baik dengan jama’ah.

 

*sebuah resume dari buku Membina Angkatan Mujahid

Tidak ada komentar:

Posting Komentar