Kamis, 07 April 2011

Teruntuk jiwa yang hatinya merindukan Rabb nya..

Teruntuk jiwa yang hatinya merindukan Rabb nya..

Duhai jiwa, ketika kau mengaku mencintai Rabb mu, Allah azza wa jalla. Maka, sudah sepatutnya hanya asma Nya yang menggetarkan hatimu, hanya ayat-ayat Nya yang meneduhkan hatimu, hanya ridhoNya yang menyibukkan hari-harimu. Kini, tanya hatimu, apakah kau benar-benar mencintai Rabbmu? Sedang yang terbayang olehmu adalah wajah si X. Yang membuatmu menangis rindu adalah karena merindukan si Z, atau hari-hari disibukkan dengan mengingat si V. Jiwa, itukah yang kau maksud dengan cinta? Cinta semu pada makhluk tak sempurna yang sebenarnya tak patut untuk kau cinta. Karena Rabb mu maha pencemburu, yang memintamu untuk mencintai Nya lebih dari apapun yang kau punya.
Jiwa, ketika kau beramal, tanya hatimu, apa yang kau cari? Ridho siapa yang kau butuhkan? Pandangan siapa yang kau harapkan? Rabbmu kah? Atau sanjungan “HEBAT” dari rekan sejawat? Ketika yang kau harap adalah ridho dari Rabb mu, maka seharusnya tidak ada kata iri ketika apa yang menimpa saudari/a mu lebih baik (menurutmu) dari apa yang kau dapat. Janganlah kau dengki dengan apa yang telah dicapai oleh saudari/a-mu. Ingatlah jiwa, sesungguhnya kedengkian itu akan menghapus amal kebaikan yang telah kau lakukan, seperti api yang melahap habis kayu yang dibakarnya. Jika keirianmu membuat kau terpacu untuk lebih baik, itu suatu yang baik, namun, ketika irimu itu justru membuatmu memiliki dzon-dzon yang buruk bagi saudari/a mu, apa yang hendak kau pertanggungjawabkan pada Rabbmu wahai jiwa?
Diri, masihkah kau tersilaukan pada dunia? Terjebak asa dan mimpi semu pada cita-cita jahiliah yang kau harap-harapkan. Tak henti-hentinya mengejar dunia tanpa kau ingat akhirat yang pasti akan kau datangi. Terbius kesenangan duniawi, terbuai asa dan mimpi yang tak pernah pasti.
Wahai diri, berapa lama lagi kau terus begini, terus menghianati. Kapan kah lagi engkau kan kembali berserah diri setulus, sepenuh hati. Tundukan pandangan mata dan hatiku, dari gemerlap dunia yang masuk memperdaya jiwa. Ku memohon kepada Mu yaa Rabby selamatkanlah duniaku dan akhiratku yang pasti.. (Tazzaka)

Masih ingatkah kau jiwa, Allah akan menolong orang-orang yang menolong agama-Nya. Allah akan menolong mereka yang lebih mencintai akhirat. Mencintai akhirat. Ahh, indah betul kalimat itu. Dengan mencintai akhirat, sudah barang tentu segala aktivitas yang dilakukan adalah untuk menyelamatkannya di akhirat. Orang yang mencintai akhirat maka akan diberikan pertolongan oleh Allah. Siapa yang akan ditolong Allah? Tidak lain, tidak bukan, yakni jiwa-jiwa yang menolong agama Allah dengan sepenuh jiwa. Mengapa mereka melalukan itu? Jawabannya sudah jelas: karena mereka lebih MENCINTAI kehidupan AKHIRAT dari pada kehidupan di dunia.
Ketahuilah jiwa, kehidupan di akhirat akan kekal abadi selama-lamanya. Lantas, bekal apa yang telah kau siapkan, sedang dalam amalmu tersirat niat bukan karena NYA, bukan karena Allah. Meski itu hanya terlintas sebentar saja.
Kembalilah jiwa, kembali pada Nya, pada jalan Nya yang lurus dan indah ini. Kembali jiwa, karena sungguh Allah hanya akan menolong mereka yang dengan tulus ikhlas menolong agama ALLAH.
Wallahua’lambishowab..



Jakarta, 26 Januari 2011
Refleksi hari ini, Astagfirullah...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar